.jpg)
|
C. STRATEGI PENCAPAIAN MISI
I. Penataan Kelembagaan
a. Pemetaan Sekolah
b. Pemetaan Personal
Guru memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran pada khususnya, oleh karena itu dalam menempatkan guru disesuaikan dengan pengalaman belajar yang dimiliki, jenjang pendidikan yang diikuti, wawasan, pengetahuan, keterampilan, sikap, serta tingkat profesionalismenya. Baik bagi guru kelas, guru agama, guru penjaskes, guru bahasa Inggris, guru komputer, dan pustakawan.
c. Pemetaan Komite Sekolah
Komite Sekolah sebagai mita sekolah dalam pencapaian visi dan misi harus berperan aktif dalam memberdayakan seluruh potensi yang tersedia dari stake holder sekolah.
Susunan Pengurus Komite Sekolah sebagai berikut :
Ketua : Drs. H. Dudun Abdullah, S.Q., M.M..
Wakil Ketua : Kapt. (Purn) A. Sugandi, MBA..
Sekretaris : Drs. M.D. Kamaludin
Wk. Sekretaris
Bendahara : Ir. N. Neni Amaliyah
Wk. Bendahara : Yoyoh Rokayah, S.Pd
Bidang-Bidang :
Pengendalian Sumber Daya Sekolah :
1. Ir. Ahmad Rifai, MM
2. Wawan Setiawan, S.H.
Pengelolaan Dana, Perencanaan dan Pengembangan :
1. Drs. H. Yosef Umar, M.H.
2. Hidayat, S.E
Pengendalian Kualitas & Pelayanan Pendidikan
1. Agam Supriatna, MM
2. Rahmat
Jaringan Kerjasama Sistem Informasi :
1. Moh. Ade Jubardi
2. Nurhadi Abdul Kadir, S.H.
3. Shalatuddin Gayo, S.H.
II. Usaha Kepala Sekolah Untuk Mencapai Visi dan Misi
a. Kepedulian terhadap peran Kepala Sekolah (Care)
Menumbuhkan sikap kekeluargaan, kebersamaan, silih asah, slih asih, dan silih asuh, mencoba menerapkan prinsif kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso sung tulodo, Ing madia mangunkarso, Tut Wuri Handayani”.
- Siraman rohani (Cahaya Kalbu) dalam berbabagi kegiatan guru, menumbuhkan keikhlasan dalam bekerja dan menjadi ibadah.
- Memperlancar kenaikan gaji berkala, tingkat, dan koperasi sekolah.
b. Berbagi rasa dengan personal tentang wawasan pengetahuan maupun pengalaman (share) melalui : Rapat Supervisi, Diskusi profesional, tentang pengelolaan kelas, siswa dan administrasi kelas. Kegiatan pembelajaran pakem, bermakna efektif dan memecahkan permasalahan yang dihadapi personal sekolah.
c. Menciptakan keterbukaan dalam memajukan sekolah (fair) adalah sebagai berikut : informasi, sosialisasi program sekolah, dan informasi keuangan yang dianggap perlu diketahui guru-guru dan komite sekolah.